Khilman Abdillah, itulah nama lengkapnya. Pemuda yang lahir di Jawa Tengah ini mempunyai bakat khusus di bidang metafisika, terutama soal energi dan aura. Sejak kecil, beliau memang sudah dianugerahi bakat khusus.

Beliau sering kali melihat cahaya warna-warni (aura) pada orang-orang yang dilihatnya. Bahkan, merasakan energi atau aura positif maupun aura negatif orang-orang di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan melihat aura dan merasakan energi itu kian kuat. Tak hanya merasakan dan melihat aura manusia saja, Ki Asmoro juga bisa merasakan keberadaan energi aura pada hewan, tumbuhan, atau benda-benda tertentu.

Meskipun Ki Asmoro memiliki kemampuan tersebut, namun beliau enggan menceritkannya kepada siapa pun, termasuk pada orang tuanya. Ki Asmoro khawatir bahwa dirinya akan dianggap aneh.

Namun Saat remaja, ketika menjelang usia 20 tahun, Master khilman tergerak untuk melakukan meditasi. Sehingga ketika ada kesempatan, menjelang hendak tidur, beliau melakukan meditasi. Dan dari sinilah bakat Ki Asmoro semakin matang.

Bertemu Sang Guru Spiritual di Alam Gaib

Ki Asmoro suka dengan meditasi. Baginya, jika ada kesempatan, beliau akan melakukan meditasi. Karena menurutnya, meditasi salah satu cara untuk menenangkan batin dirinya.

Pernah suatu hari, ketika sedang meditasi, beliau mengalami suatu pengalaman yang sangat mengesankan. Beliau bertemu dengan seorang kakek-kakek berpakaian serba putih bersih.

Kakek itu memancarkan aura yang begitu kuat. Ki Asmoro pun sangat takjub. Akhirnya, Kakek itu berkata, “Jika kamu mau belajar padaku, ikutlah denganku.” Begitulah kata Sang Kakek.

Ki Asmoro pun turut mengikuti Kakek itu dan dibawanya ke suatu tempat yang begitu indah. Tak tahu tempat apa itu. Dari situlah, beliau mulai belajar berbagai keilmuan spiritual secara gaib.

Ki Asmoro termasuk orang yang sangat tekun dan giat dalam belajar. Dari waktu ke waktu, potensi yang dimilikinya menjadi lebih terasah lagi. Berkat bimbingan guru spiritual gaibnya, kemampuannya menjadi semakin meningkat pesat.

Guru spiritualnya berpesan agar kemampuan yang dimilikinya itu hanya digunakan untuk tujuan kebaikan, hal positif, dan kemaslahatan sesama. Bukan untuk sombong, pamer, apalagi untuk kejahatan.

Bagi beliau, ilmu yang telah dimiliki itu ada pertanggungjawabannya di akhirat. Jika digunakan untuk kebaikan, maka suatu saat akan memetik buahnya. Namun, jika digunakan untuk kejahatan, malapetaka jadinya.

Dalam kesehariannya, beliau bergaul dengan masyarakat seperti orang-orang pada umumnya. Tak lantas memperlihatkan kehebatannya agar diakui oleh banyak orang.

Beliau merasa bahwa apa yang dimilikinya itu hanyalah titipan dari-Nya. Tidak semata-mata kepunyaannya secara mutlak. Karena beliau sadar bahwa apa pun yang dimiliki manusia, itu semua hanyalah milik-Nya. Termasuk semua ilmu dan kemampuan yang beliau miliki saat ini.

Oleh karena itulah, beliau selalu menjaga sikap agar keilmuan yang dimilikinya tidak menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Terlebih lagi bisa bermanfaat untuk kebaikan umat manusia.

Sekarang, Ki Asmoro memang bertekad membantu orang sebanyak-banyaknya dengan kemampuan yang dimilikinya. Dan untuk memudahkan Ki Asmoro membantu banyak orang, beliau menciptakan berbagai sarana spiritual yang praktis dan bisa langsung dipakai penggunanya.

Beliau telah menyediakan berbagai macam layanan ilmu hikmah, sarana spiritual, benda bertuah, dan berbagai produk metafisik yang bisa langsung digunakan.

Dengan adanya berbagai layanan metafisika yang telah Ki Asmoro sediakan, harapannya banyak orang yang bisa terbantu dan terlepas dari berbagai masalah yang mendera.

Hingga pada akhirnya, mereka bisa hidup lebih baik dan mendapatkan kemudahan, keberkahan,  keberlimpahan, serta kebahagiaan hidup.

 6,379 total views,  1 views today