Selamat Dari Bisa Kelabang

pengguna tasbih asmaul husnaSaat itu saya sedang melakukan traveling ke puncak Gunung Merbabu. Sejak mahasiswa memang saya sudah suka melakukan traveling ke berbagai gunung di Jawa, seperti Sumbing, Ungaran, Semeru, Merapi dan lain sebagainya. Dalam perjalanan menuju puncak gunung, saya dan kawan-kawan melewati berbagai rintangan, medan yang sulit, hadangan pohon tumbang, semak belukar dan binatang-binatang berbisa.

Untuk mencegah dari gangguan hewan berbisa, biasanya kami menggunakan kristal garam. Kata orang, kristal garam dapat mencegah gangguan dari hewan-hewan yang berbisa semisal ular, kelabang dan kalajengking. Setiap melakukan perjalanan, kami pun selalu menyiapkan serbuk atau kristal garam. Beberapa kali kegiatan traveling, cara itu cukup berhasil. Namun dalam rute Gunung Merbabu kali itu teman saya ada yang mendapat nasib sial. Ia digigit kelabang.

Musibah itu terjadi saat kami beristirahat di dekat semak-semak. Teman saya itu bersandar di pohon besar dan melepaskan tas punggungnya yang berisi banyak barang. Kami sangat menikmati suasana santai saat itu. Namun tiba-tiba teman saya tadi berteriak-teriak kesakitan sambil memegangi tangan kirinya. Teman-teman melihat kelabang yang menggigitnya jatuh lalu menginjak-injaknya dengan sepatu. Kelabang itu pun mati.

Teman saya masih meringis kesakitan. Bekas gigitan itu nampak nyata. Warnanya sangat berbeda dengan bagian tubuh lainnya. Merah kebiru-biruan. Teman-teman saya kebingungan karena tidak pernah mengalami kejadian yang seperti itu. Biasanya dalam perjalanan kami selalu aman. Saya dan mereka pun kebingungan dan tidak tahu apa yang akan kami lakukan untuk menolongnya.

Saya sangat bersyukur tiba-tiba teringat dengan Tasbih Asmaul Husna yang saya bawa dalam tas. Entahlah, siapa yang memerintah. Tapi secara spontan saya langsung mengambilnya, dan penuh dengan keyakinan saya melilitkan Tasbih Asmaul Husna pada pergelangan tangannya yang semakin membiru. Saya membaca bismillah dan segenap wirid yang biasa saya baca dengan Tasbih Asmaul Husna. Tangan saya seolah ada yang menggerakkan untuk melakukan urutan ke daerah gigitan kelabang. Tiba-tiba ada cairan bercampur darah keluar dari bekas gigitan itu. Dan tak lama kemudian, teman saya itu tidak merasakan kesakitan lagi. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan penuh kewaspadaan.

Andi Ramlan, 30 Tahun. Semarang

1,513 total views, 2 views today