Tasbih Asmaul Husna Bolehkah Dipakai NonMuslim?

Pernah salah seorang calon klien kirim WA ke Saya. “Master, apakah Tasbih Asmaul Husna bisa Saya pakai? Tapi, Saya nonmuslim.”

Begitulah kira-kira pesan singkat WA-nya. Lalu, Saya jawab, boleh dan bisa.

Nah, mungkin di antara Anda yang beragama Islam maupun nonmuslim, mempertanyakan akan hal ini. Bukankah Tasbih Asmaul Husna itu bertuliskan Asmaul Husna dengan tulisan Arab?

Bukankah itu hanya orang Islam saja yang bisa mengamalkannya? Bukankah di agama lain tidak ada ajaran Asmaul Husna? Dan sederet pertanyaan lainnya yang serupa?

Ya, bagi Anda yang terlalu fanatik berpikir demikian. Namun, jika Anda mau open mind, berpikir terbuka, maka hal ini tidak masalah. Atau bagi Anda yang belum tahu penjelasannya, saya akan jelaskan.

Dan semoga penjelasan Saya ini bisa memberikan pemahaman yang lebih lagi atau Anda akan paham dengan penjelasan Saya ini.

Begini, pada dasarnya Islam adalah agama rohmatal lil’alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam semesta.

Karena rahmat untuk semesta alam, maka Islam bisa memberikan keberkahan bagi siapa pun. Bahkan, ajaran Islam pun bisa berdampak pada keberkahan bagi orang yang mengamlkan amalan Asmaul Husna.

Tasbih Asmaul Husna yang bertuliskan nama-nama Allah yang baik ini, bukan dari kitab suci Al-Quran. Bukan pula ajaran yang harus dilakukan oleh orang Islam saja.

Meski Tasbih Asmaul Husna ini berasal dari lafal Asmaul Husna, bukan berarti ini adalah ajaran, layanan, atau produk dari golongan Islam. Melainkan sarana ini bisa digunakan oleh siapa pun.

Dan siapa pun berhak untuk mendapatkan keberkahan serta barokah dalam hidup lewat sarana Tasbih Asmaul Husna ini atas izin dan kuasa Allah.

Lalu, kalau orang nonislam kan tidak bisa membaca tulisan Arab? Ya, kan tak harus baca tulisan Arabnya. Bisa baca tulisan latinnya.

Yang jelas, siapa pun boleh menggunakan Tasbih Asmaul Husna dengan catatan dia harus benar-benar sungguh-sungguh menggunakannya dan praktek.

Ketika benar-benar digunakan sesuai dengan petunjuk yang saya berikan, benar-benar ikhlas, benar-benar tulus, maka keberkahan bisa selalu didapatkan.

Dan ini tanpa memandang agama, keyakinan atau kepercayaan tertentu. Asal hati bersih dan batin tulus ikhlas menjalankannya, maka tak akan menjadi persoalan.

37 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *